STAI Al-Yasini Gelar FGD Hari Santri Nasional 2025: Bahas Peta Kajian Mushaf di Indonesia
STAI Al-Yasini Gelar FGD Hari Santri Nasional 2025: Bahas Peta Kajian Mushaf di Indonesia
Rab, 29 Oktober 2025 7:45
WhatsApp Image 2025-10-28 at 14.33.18

Pasuruan, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peta Kajian Mushaf di Indonesia”. Kegiatan ilmiah ini menghadirkan dua narasumber pakar di bidang studi Al-Qur’an: Agus M. Mu’tamid Ihsanillah, Lc., M.A. selaku Majlis Keluarga Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, dan Dr. Abdul Hakim Syukrie, M.Si. dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Jakarta.

Dalam paparannya, Agus M. Mu’tamid Ihsanillah membedah tema “Rasm Utsmani: Misteri Penulisan Al-Qur’an”. Ia menjelaskan bahwa penulisan mushaf dengan rasm Utsmani bukan sekadar tradisi tulis-menulis, tetapi mengandung dimensi spiritual, historis, dan linguistik yang mencerminkan keotentikan wahyu.

“Rasm Utsmani bukan hanya soal ejaan atau huruf, tetapi simbol dari penjagaan Allah terhadap keaslian Al-Qur’an. Setiap lekuk hurufnya menyimpan makna dan sejarah panjang dalam perjalanan mushaf,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Abdul Hakim Syukrie, M.Si. menyoroti peluang riset Al-Qur’an di era modern. Ia menyampaikan keprihatinannya atas dominasi penelitian Al-Qur’an yang justru banyak dilakukan oleh kalangan non-Muslim di Barat.

“Kita perlu membangun kesadaran riset Al-Qur’an dari perspektif keilmuan Islam. Banyak aspek yang bisa dikaji — mulai dari filologi mushaf, digitalisasi teks, hingga tafsir kontekstual yang relevan dengan kehidupan modern,” ujarnya.

FGD ini berlangsung secara interaktif dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta santri dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Diskusi mengalir hangat dengan berbagai pertanyaan kritis seputar metode penyalinan mushaf, standar penulisan Al-Qur’an di Indonesia, hingga arah pengembangan kajian Al-Qur’an di perguruan tinggi Islam.

Ketua STAI Al-Yasini, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Ia menegaskan pentingnya Hari Santri sebagai momentum memperkuat kontribusi pesantren dan perguruan tinggi Islam dalam khazanah keilmuan Al-Qur’an.

“Santri tidak hanya identik dengan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga harus menjadi peneliti dan pengembang ilmu Al-Qur’an. Dari pesantrenlah lahir gagasan besar tentang Islam yang moderat dan ilmiah,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, STAI Al-Yasini berharap dapat memperluas jejaring akademik dan riset Al-Qur’an, sekaligus memperkuat posisi lembaga sebagai pusat kajian keislaman yang berakar pada tradisi pesantren dan terbuka pada pengembangan ilmu modern.

Berita

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

STAI Al-Yasini Pasuruan Resmi Alih Bentuk Menjadi IAI Al-Yasini, Kemenag RI Dorong Segera Menuju Universitas
PASURUAN — Riuh tepuk tangan menggema di aula...
Sab, 2 Mei 2026 | 5:18
STAI Al-Yasini Pasuruan Sambut Delegasi Yayasan Risalah Al Salam UEA-Mesir
asuruan, Senin 27 April 2026 — Sekolah Tinggi...
Kam, 30 April 2026 | 8:17
STAI Al-Yasini Raih Prestasi di Muktamar XII ITHLA, Mufidah Sirodjul Ummah Sabet Juara 3 Khitobah Arab
Pasuruan, 25–26 November 2025 — Enam mahasiswa STAI...
Kam, 27 November 2025 | 6:05
BTN dan Prenada Media Serahkan Buku untuk Tingkatkan Literasi di STAI Al-Yasini Pasuruan
Pasuruan — Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan...
Kam, 6 November 2025 | 8:34