STAI Al-Yasini Pasuruan Sambut Delegasi Yayasan Risalah Al Salam UEA-Mesir
STAI Al-Yasini Pasuruan Sambut Delegasi Yayasan Risalah Al Salam UEA-Mesir
Kam, 30 April 2026 8:17
DSC06772

asuruan, Senin 27 April 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam STAI Al-Yasini Pasuruan bersama Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menerima kunjungan kehormatan delegasi internasional dari Yayasan Risalah Al Salam Uni Emirat Arab dan Mesir dalam agenda bertajuk “Penerimaan Kerjasama Misi Perdamaian dari Pesantren untuk Dunia.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis penguatan jejaring global pesantren dalam membangun pendidikan Islam humanis, moderat, dan berwawasan perdamaian.

Delegasi yang hadir terdiri atas sejumlah tokoh penting dari Timur Tengah, yakni Moh Abdul Hay Al Uraby (mantan Menteri Luar Negeri Mesir dan Duta Besar), Prof. Dr. Ridho Abdus Salam (Anggota DPR Mesir sekaligus Wakil Dekan Fakultas Hukum Al Mansour University), Prof. Dr. Abdul Rody (Dekan Dar Ulum Cairo University), Abul Fadhl (Pemimpin Redaksi Al Ahram), Prof. Majdi Ahmad Hamed Thantowi (Pemimpin Redaksi Al Jumhuriyah sekaligus Ketua Rombongan), Prof. Dr. Tameer Ibrahim (Guru Besar Linguistik Suez Canal University), serta Moh Hanafi (wartawan dan peneliti).

Kehadiran para tamu disambut meriah oleh ribuan santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini melalui penampilan seni religi Al-Banjari dan demonstrasi bela diri Silat Pagar Nusa, yang menampilkan wajah pesantren sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya menanamkan spiritualitas, tetapi juga melestarikan budaya Islam Nusantara.

Suasana penyambutan berlangsung khidmat namun hangat. Para delegasi tampak antusias menyaksikan harmonisasi tradisi pesantren dengan semangat modernisasi pendidikan yang selama ini menjadi ciri khas Al-Yasini—pesantren dengan lebih dari 4.000 santri dan sistem pendidikan terintegrasi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Acara inti dilaksanakan di hadapan mahasiswa STAI Al-Yasini Pasuruan dan santri Madrasah Diniyah Al-Yasini. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdul Rody menegaskan bahwa Yayasan Risalah Al Salam memiliki komitmen kuat untuk menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

“Kami berkeinginan Risalah Al Salam dapat bekerjasama dalam mengembangkan pendidikan yang humanis, menanamkan cinta damai, dan memperkuat nilai kemanusiaan universal melalui ajaran Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Prof. Majdi Thantowi mengaku sangat terkesan dengan model keberagaman dan moderasi beragama yang dipraktikkan di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren.

“Kami merasa sangat bahagia bisa belajar keberagaman di Indonesia. Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia yang berhasil menerapkan nilai-nilai wasathiyah atau moderasi. Kami melihat pesantren di Indonesia bukan hanya mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam akhlak, toleransi, dan kehidupan sosial,” tuturnya.

Menurutnya, model pendidikan pesantren Indonesia merupakan representasi Islam rahmatan lil ‘alamin yang sangat relevan diperkenalkan ke dunia internasional.

Dari pihak Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini, Gus Mokhamad Ali Wafi menyampaikan bahwa Al-Yasini selama ini menanamkan Islam moderat kepada lebih dari empat ribu santri melalui perpaduan penguatan hafalan Al-Qur’an, pendidikan formal, serta penguasaan bahasa asing.

“Santri kami tidak hanya dididik untuk hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilai moderasi, belajar bahasa asing, dan disiapkan menjadi generasi Islam global. Kehadiran Risalah Al Salam kami harapkan menjadi jembatan strategis bagi santri untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an serta mengembangkan kemampuan bahasa, khususnya bahasa Arab,” ungkapnya.

Ia juga berharap sinergi ini dapat membuka dukungan konkret dalam bentuk program pendidikan, pertukaran akademik, hingga penguatan jejaring internasional bagi santri dan mahasiswa Al-Yasini.

Usai forum kerjasama, para tamu diajak meninjau sejumlah fasilitas unggulan pesantren, di antaranya masjid utama dan Asrama Bahasa di kawasan Ma’had Kluwut. Kunjungan tersebut memperlihatkan secara langsung bagaimana pesantren Indonesia mengintegrasikan pembinaan keagamaan, penguatan karakter, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal santri menghadapi dunia global.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa khusyuk yang dipimpin oleh Ibu Nyai Zakiyah Imron, menghadirkan suasana haru dan spiritual yang mendalam. Doa tersebut menjadi simbol harapan agar ikhtiar kerjasama lintas negara ini benar-benar melahirkan gerakan nyata perdamaian dunia berbasis pendidikan pesantren.

Sebagai penutup, para delegasi dijamu dengan aneka hidangan khas Nusantara. Jamuan tersebut menjadi ruang keakraban budaya antara Indonesia, Uni Emirat Arab, dan Mesir—menegaskan bahwa diplomasi pendidikan dan perdamaian dapat dimulai dari meja pesantren.

Kunjungan Yayasan Risalah Al Salam ini menandai semakin terbukanya peran STAI Al-Yasini Pasuruan dan Pondok Pesantren Al-Yasini sebagai pusat kajian Islam transformatif yang siap mengirimkan pesan moderasi, toleransi, dan perdamaian dari Indonesia untuk dunia. [ibn]

Uncategorized

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

STAI Al-Yasini Pasuruan Resmi Alih Bentuk Menjadi IAI Al-Yasini, Kemenag RI Dorong Segera Menuju Universitas
PASURUAN — Riuh tepuk tangan menggema di aula...
Sab, 2 Mei 2026 | 5:18
STAI Al-Yasini Raih Prestasi di Muktamar XII ITHLA, Mufidah Sirodjul Ummah Sabet Juara 3 Khitobah Arab
Pasuruan, 25–26 November 2025 — Enam mahasiswa STAI...
Kam, 27 November 2025 | 6:05
BTN dan Prenada Media Serahkan Buku untuk Tingkatkan Literasi di STAI Al-Yasini Pasuruan
Pasuruan — Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan...
Kam, 6 November 2025 | 8:34
STAI Al-Yasini Gelar FGD Hari Santri Nasional 2025: Bahas Peta Kajian Mushaf di Indonesia
Pasuruan, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati...
Rab, 29 Oktober 2025 | 7:45