
Malang — Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Pasuruan, K.H. Abdul Mujib, menghadiri ujian terbuka promosi doktor di Universitas Islam Malang (UNISMA), Rabu (17/9). Kehadiran kiai karismatik ini menjadi momen penting yang menandai eratnya hubungan pesantren dengan perguruan tinggi Islam dalam mengembangkan tradisi keilmuan yang berakar pada nilai-nilai wasathiyah (moderat).
Ujian terbuka tersebut merupakan sidang promosi doktor Irsyaddur Rofiq, yang mempertahankan disertasi berjudul “Genealogi Pendidikan Islam Wasthiyah KH. A. Nawawi Abd. Jalil di Pondok Pesantren Sidogiri dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Multikultural.” Penelitian ini mendapat apresiasi tinggi dari para penguji karena mengangkat pemikiran moderat Kiai Nawawi Abd. Jalil yang sangat relevan dengan konteks keberagaman Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Abdul Mujib didaulat untuk menutup ujian terbuka dengan doa. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memanjatkan munajat agar ilmu yang diperoleh para kandidat doktor menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa kemaslahatan bagi umat, serta menjadikan UNISMA semakin maju dan berkontribusi luas dalam pembangunan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Rektor UNISMA, Prof. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., yang memimpin langsung sidang tersebut, menyampaikan penghargaan atas kehadiran Kiai Abdul Mujib. “Kehadiran beliau memberikan semangat spiritual tersendiri bagi seluruh civitas akademika UNISMA. Ini bukti bahwa perguruan tinggi dan pesantren memiliki ruh yang sama: mencetak insan berilmu dan berakhlak,” ujarnya.
Selain K.H. Abdul Mujib, sidang promosi ini juga dihadiri sejumlah guru besar ternama, antara lain Prof. Imam Suprayogo, Prof. Maskuri, Prof. Nur Syam, Prof. Djunaidi Ghony, serta Dr. Syamsu Madyan.
Acara berlangsung khidmat dan sarat makna, menggambarkan sinergi antara dunia akademik dan pesantren dalam melahirkan intelektual muslim yang moderat, berwawasan luas, serta berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan dan keislaman. [ibn]